Khamis, 1 Mac 2012

01 . 03 . 12

Ke hadapan Krasi,

kami ini,
yang terbaring di celahan hujan ini,
tidak mampu untuk berteriak lagi.

Malah kami,
tidak mampu untuk bersorak lagi.

Ke hadapan Krasi,

kami ini,
yang terbaring di atas darah merah ini,
terasuk melakukan apa yang yang diperintahkan.

Malah kami,
masih malu untuk mengaku siapa yang menganiaya.

Kami ini disebut-sebut dicanang-canang dalam cerpen Melayu sajak Indonesia filem Singapura sebagai penegak merdeka tapi kami ini apa sebenarnya, Krasi?

Ah. Engkau bukan Tuhan untuk kami soalkan. Tapi engkau juga sebenarnya yang kami benar-benar perlukan.

Tapi, Krasi,
ingin ku soalkan juga,
apa kah benar,
kau ini,

benar?

1 ulasan:

ghost writer berkata...

kita adalah yang belum benar-benar merdeka.